Nyanyian terakhir untuk Naira
Happy Reading... ^-^
"Hai, saya Naira Safitri. Saya gadis SMA kelas 1 yang pintar dan cantik, bisa di bilang saya memiliki banyak penggemar. Saya juga sudah memiliki kekasih, bernama Erik. Dia sungguh hebat dalam bernyanyi dan basket, yang sangat ku suka darinya ialah ketika dia memegang gitar." Itulah awalan dari diary merah dengan kunci berbentuk hati di pinggirnya.
Benar, pemilik buku ini pasti Naira Safitri.
Minggu lalu ialah hari sedih bagi Naira, yaitu hari kepergian Erik, karena hari itu Erik mengikuti lomba basket tingkat Nasional.
Naira sungguh menggilai kekasihnya, setiap 15 menit Naira mengirimkan SMS untuk Erik. Tetapi Erik hanya menyempatkan dirinya untuk istirahat, latihan dan makan.
Hari ini Naira sangat khawatir dengan keadaan Erik, karena Erik belum juga membalas pesannya.
"Apakah keadaanmu baik - baik saja, Rik?" Gumam Naira pelan pada siang ini. "Sudahlah dik, Erik pasti baik - baik saja." Ucap Kakak Naira di sebelahnya, mencoba menenangkan kegelisahan di hati Naira.
"Sarapanlah terlebih dahulu, kalau engkau sakit malah merepotkan.." Pintah kakak Naira. Tetapi Naira tidak ingin melakukan apa - apa, dia hanya mengurung diri di kamar, menunggu balasan pesan dari Erik.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya ibu Naira di luar kamar Naira. "Baik - baik saja, tetapi dia sudah 1 minggu tidak makan.. Apakah penyakitnya tidak kambuh bu?" Tanya kakak Naira balik. "Itu yang ibu khawatirkan, penyakitnya.." Jawab ibu Naira.. Tetapi mereka berdua hanya mengangkat bahu dan menggelengkan kepala. Karena mereka tidak dapat berbuat apa - apa.
Hingga 2 hari kemudian, Naira merasa pusing dan sakit perut yang luar biasa.
"Mama.. Kakak.. Perutku sakit." Ucap Naira dengan suara pelan dan tak bertenaga. "Mama!, Kakak!" Teriak Naira memanggil keduanya.
"Ada apa nak?" Tanya ibu Naira, dan betapa terkejutnya ibu Naira ketika melihat putrinya tertidur di lantai sambil memegangi kepala dan perutnya. "Cepat telfon ambulan!" Suruh ibu Naira dengan panik.
Akhirnya Naira di bawa ke rumah sakit umun untuk diperiksa keadaannya.
"Bagaimana dok, keadaannya?" Tanya ibu Naira dengan isak tangis dan jatuhan airmata di pipinya. "Begini, penyakit maagnya kambuh dan menjadi parah.." Jelas dokter dengan wajah serius. "Oh ya, kalau boleh panggilkan seseorang dengan nama 'Erik dan Putri'. Dalam keadaan koma, pasien selalu memanggil - manggil dua nama tersebut." Lanjut dokter lagi.
"Erik dan Putri?, kalau tidak salah.. Mereka itu teman Naira." Ucap ibu Naira di dalam hati. Tanpa berfikir panjang ibu Naira menelfon seseorang dengan kontak 'Putri' di ponsel Naira.
Setelah mendapatkan persetujuan orang tuanya, Putri segera menuju ke Rumah Sakit Umum.
"Naira kenapa tante?" Tanya Putri dengan nafas yang belum teratur, dia sangat kelelahan karena dia telah berlari menuju ke depan ruang UGD.
"Begini.." Ibu Nairapun menjelaskan semuanya kepada Putri. "Dasar Erik!!" Kesal Putri ketika diceritakan kejadian yang menimpa Naira.
"Tenang nak, sekarang mari kita jenguk Naira dan mencoba mengajak Erik." Ucap ibu Naira.
Putri menelfon Erik dengan perasaan kesal. Sangat lama menunggu jawaban dari Erik, tetapi akhirnya di angkat juga oleh Erik.
Erik sungguh kaget mendengar berita ini, dia izin pulang untuk menjenguk keadaan Naira.
Di rumah sakit, sudah berkumpul Putri dan Erik. Segera mereka berdua masuk dan melihat keadaan Naira.
"Na- Naira, demi diriku.. Engkau menjadi begini?" Kaget Erik ketika melihat keadaan Naira..
Tubuh Naira dengan beberapa selang penyalur O2 dan beberapa infus. "Kau tau Rik?, kenapa dia masih bertahan hidup?" Tanya Putri. "Dengarkanlah ini.." Suruh Putri dan memberikan headset yang di pakai oleh Naira sebelumnya.
Langsung Erik memasang wajah kagetnya, "Di- dia masih bertahan karena, masih mendengarkan lagu ciptaanku?!" Ucap Erik dengan berbata - bata.
"Maaf Ra, aku memang seseorang yang bodoh. Maaf Ra!!".
Tiba - tiba Naira menggerakkan sedikit tangannya dan membuka matanya perlahan, seakan Naira bangun dengan permintaan maaf Erik.
"Na- Naira?!, engkau terbangun?"
Bersambung..........
Tungguin kelanjutannya dan Jangan lupa comment ya...
Kritik dan saran sungguh di butuhkan, karena masih pemula..